Membuka harian Kompas hari ini, Minggu tanggal 10 Oktober 2010 alias tanggal 10-10-10, dihalaman 32 terpasang iklan promo Air Asia. Cukup membuat penasaran karena "All-In-Fare" mulai dari Rp.10.000,- sekali jalan untuk penerbangan tujuan Kuala Lumpur, Singapura dan Kota Kinabalu dari Jakarta. Berlakunya cuma hari ini saja! Cepetan... Buat yang mau liburan atau sekedar shopping ke luar negeri bisa dicoba. Siapa tahu Anda beruntung :)
Mari kita menuju TKP di www.airasia.com. Cari dicari dan pilih dipilih tanggal baiknya antara 18 Oktober 2010 - 30 November 2010. Jangan kaget ya kalau weekend tarifnya "normal" alias tidak sesuai promosi yang katanya cuma Rp.10.000,-..hehehe.. Mungkin tadinya ada, tapi sudah keduluan dengan yang lain ;) Tapi coba pilih hari lain selalin weekend, seperti saya contohnya memilih hari Selasa tanggal 23 November 2010.
Rasanya kangen ingin singgah di Singapura yang tertib, bersih, jalanan bebas macet walaupun di jam kerja. Ya iyalah, penduduknya sudah menggunakan MRT (Mass Rapid Transit) yang terintegrasi dan sistem ERP alias Electronic Road Pricing yang diberlakukan dibeberapa jalan tertentu memaksa sebagian penduduk menggunakan MRT yang lebih murah, cepat, aman dan nyaman. Kapan ya Jakarta seperti Singapura??
Wuih,,, ternyata benar dapat harga promo Rp.10.000,-. Pulang pergi aja deh di hari yang sama, toh paling di sana sekedar beli kamera yang selisih harganya lumayan dengan disini (harga 5 jutaan bisa diperoleh 3 jutaan saja kalau pintar menawar), elektronik genggam ataupun sekedar jalan kaki di sepanjang Orchard Street. Cukup bawa tas ransel kosong, snack plus air mineral kalau mau irit, dan pakaian yang nyaman melekat di badan, serta sandal atau sepatu kets. Sekalian abaikan tawaran bagasi, pilih tempat duduk (duduk dimana aja sampainya sama saja kan? hehehe), proteksi asuransi kehilangan bagasi, dsb. Karena semua tawaran tambahan tersebut tidak ada yang gratis bukan? :D
Nah, total yang harus saya bayar menjadi Rp.259.000,- Pulang Pergi (PP) Jakarta-Singapura-Jakarta. Dari rincian yang harus dibayar, tercantum biaya Airport Tax dan Fees di Singapura yang menyita biaya terbesar, yakni Rp.239.000,-. Jadi memang benar, promo Jakarta-Singapura-Jakarta cuma Rp.20.000,- alias Rp.10.000,- sekali jalan.
Selamat mencari penerbangan promo Anda. Semoga beruntung seperti saya. Jangan lupa, promo Air Asia cuma berlaku hari ini saja! 10-10-10, Anda bisa menghadiahkannya untuk rekan Anda yang menikah hari ini :)
Minggu, 10 Oktober 2010
Sabtu, 04 September 2010
Hargai Diri dengan Menabung
Tak jarang kita mendengar penolakan, seperti: "Aduh, mahal sekali biaya di calon sekolah pilihanmu Nak. Nampaknya kami tak mampu membiayainya. Kamu tahu kan? Ayah tidak punya uang sebanyak itu. Pilih saja sekolahan yang lebih murah".
Sudah dapat ditebak suasana hati si anak, yang kecewa tidak mendapatkan apa yang didambakannya. Tidak jarang pula sang Ayah menyesal. "Kalau saja aku menabung sejak dulu, tentu anakku tak perlu kecewa seperti ini". Nasi sudah menjadi bubur.
Masihkah ada solusi untuk tidak membuat kecewa si anak? Ada. Pinjam uang. Yang berarti utang. Saya rasa para pembaca setuju, bahwa hal ini hanyalah solusi semu alias memindahkan masalah. Selesai masalah untuk menghindari kekecewaan si kecil, pindah menjadi masalah dikejar hutang, yang tidak jarang berujung pada masalah besar dalam kehidupan rumah tangga kita. Sebuah bencana bukan?
Betapa hal 'kecil' yang disebut menabung dapat membuat perbedaan dalam hidup kita. Sayangnya kesadaran menabung dimasyarakat kita dewasa ini masih minim. Berbagai macam alasan muncul disaat sebenarnya kita punya kemampuan untuk menabung, seperti : "Masih banyak keperluan, mudah-mudahan nanti ada sisanya, baru saya tabung".
Penundaan seperti ini sering berujung pada: tidak pernah sempat menabung. Waktu terus berjalan, tanpa sadar sampailah kita pada masa untuk tinggal 'menyesal'. Apakah hal seperti ini akan Anda biarkan tejadi dalam hidup Anda?
Mengutip kata bijak dari Mother Teresa: 'Yesterday is gone. Tomorrow has not yet come. We have only today. Let us begin'. Marilah mulai menabung sekarang.
Bagaimana caranya untuk memastikan bahwa aktivitas menabung kita akan memberikan hasil yang optimal? Pada saat kita menerima pendapatan rutin setiap bulan, sudah barang tentu akan mengalir menjadi pengeluaran rutin bulanan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga (sebut saja Belanja), membayar kewajiban seperti tagihan kartu kredit, cicilan rumah, cicilan kendaraan dll, serta mengalokasikan dana untuk tabungan. Mana dulu yang harus dibayar?.
Mari kita tinjau beberapa pola aliran dana rutin berikut ini:
Pola 1.
Pendapatan -> Belanja -> Kewajiban -> Menabung
Pada pola yang pertama ini, belanja didahulukan, kemudian baru membayar kewajiban dan sisanya untuk menabung. Kebanyakan dari kita menggunakan pola ini dalam kehidupan sehari-hari. Kelebihan pada pola ini adalah semua kebutuhan belanja anda dan kewajiban(atau sebagian) anda terpenuhi. Namun biasanya kebutuhan belanja bervariasi, mulai dari kebutuhan primer sampai barang yang diinginkan namun tidak dibutuhkan terbeli.
Kemungkinan Anda membelanjakan semua dana yang ada sangat tinggi sehingga tidak semua kewajiban terbayar dan tidak ada sisa lagi untuk menabung. Kecuali Anda adalah orang yang sangat hemat dalam belanja.
Untuk jangka panjang, pola ini akan sangat sulit dalam mendapatkan arus kas positif, bahkan akan menjadi beban bulan berikutnya (yang sebetulnya tidak perlu terjadi), mengingat masih ada tunggakan cicilan yang tentunya akan terkena bunga majemuk (bunga berbunga).
Pola 2.
Pendapatan -> Kewajiban -> Belanja -> Menabung
Pada pola kedua ini, karena kewajiban dibayar lebih dulu, maka Anda akan terhindar dari beban biaya yang tidak perlu dalam bentuk beban bunga majemuk akibat penundaan pembayaran kewajiban tersebut di bulan berikutnya. Namun tetap saja kemungkinan Anda akan menghabiskan dana yang tersisa untuk belanja masih sangat tinggi. Sehingga tidak ada sisa untuk menabung.
Pola 3.
Pendapatan -> Menabung -> Kewajiban -> Belanja
Menurut hemat saya, pola ketiga ini adalah yang terbaik. Artinya, Anda mewajibkan diri untuk memotong pendapatan Anda untuk menabung lebih dulu. Ada baiknya Anda merubah "Mind set" tentang tabungan ini dengan konsep "Paying yourself first" sebagai prinsip utama dalam buku "The Richest Man in Babylon" karangan George S. Clason (baca deh!). Dalam buku ini memberikan inspirasi bahwa anda sebaiknya menghargai segala usaha anda selama ini dengan membayar diri sendiri paling tidak (minimal) 10 % dari pendapatan Anda dalam bentuk tabungan wajib Anda sebelum membayar kewajiban Anda dan membelanjakannya.
Hal ini akan memberikan keleluasaan bagi peningkatan aset Anda melalui dana tabungan yang terkumpul. Dana tabungan tersebut akan menjadi "Income Generating Asset" atau Aset yang memiliki kemampuan mengembangkan dirinya sendiri yang akan memberi Anda "passive Income". Tentu besarnya pendapatan pasif ini bergantung pada instrumen keuangan yang anda pilih untuk menempatkan dana tabungan Anda (bacalah artikel-artikel kami sebelumnya).
Setelah itu bayar dulu semua kewajiban Anda. Dan selanjutnya Anda bebas berbelanja tanpa kekhawatiran. (cukup ngga cukup, harus cukup!).
Dengan pola yang ketiga ini akan memberikan kepastian akan bertambahnya aset Anda, sesuai dengan tujuan-tujuan financial yang Anda rencanakan. Terlebih lagi, kalimat penolakan (karena ngga punya uang) pada paragraph pertama artikel ini tidak akan pernah terjadi.
Para pembaca yang bijak, tentu Anda setuju bahwa menabung itu wajib hukumnya. Mari kita lakukan dengan benar, dengan memprioritaskannya sebagai hal pokok dalam kehidupan kita. Dengan ditambah kedisiplinan dan persistensi dalam menabung tentu akan lebih memberikan kepastian atas pencapaian tujuan-tujuan financial Anda dimasa depan. Semoga bermanfaat.
Sumber: Detikfinance / Budi Cahyadi MM, CFP®, TGRM Perencana Keuangan
Promo Ulang Tahun Merpati Nusantara ke 48 - Great 48th Anniversary
Dalam rangka ulang tahun Merpati Nusantara ke 48, Merpati mengadakan promo Great 48th Anniversary. Promo yang berlaku mulai hari ini 4 September 2010 hingga 8 September 2010 (5 hari) menawarkan harga tiket penerbangan mulai Rp.48.000,- untuk tanggal 24 September 2010 hingga 10 November 2010 (48 hari).
Penarasan dengan promo tersebut, Sabtu pagi ini saya mencoba mengarahkan browser ke http://www.merpati.co.id/. Dan terpampanglah promo tersebut di halaman depan website seperti yang terpampang di bawah ini.
Langsung aja ke tahap mencari penerbangan. Alhamdulillah, di pertengahan bulan Oktober 2010 saya memang ada rencana untuk ke Denpasar - Bali dan tanggal tersebut termasuk dalam periode terbang yang mendapatkan promo.
Setelah memilih kota dan tanggal penerbangan untuk pulang pergi, langsung tekan tombol Booking Sekarang.
Muncul informasi harga tiket keberangkatan Jakarta - Denpasar cuma Rp.62.800,-??? Dan harga tiket pulang Denpasar - Jakarta juga di harga Rp.62.800,-
Lanjut ke tahap selanjutnya.. Untuk membuktikan siapa tahu tarif tersebut bohongan karena ada maskapai penerbangan lain tercantum harga awalnya puluhan ribu saja, namun setelah di tahap terakhir pemesanan muncul tarif ini-itu yang berakhir dengan pembayaran beratus-ratus ribu!
Ternyata tarif tersebut masih beneran murah, total konfirmasi biaya sementara adalah Rp.137.600,- untuk tiket Jakarta-Denpasar-Jakarta! Luar biasa murah.. Edan! Lebih murah dari ongkos taksi dari rumah ke bandara Soekarno Hatta.
Menuju tahap selanjutnya, mengisi data identitas penumpang dan metode pembayaran. Saya memilih metode pembayaran menggunakan kartu kredit. Setelah data yang saya masukkan di verifikasi, tampil harga terakhir sebesar Rp.141.768,- ada peningkatan harga Rp.4.128,- untuk biaya lain-lain.
Selamat mencari penerbangan promo Anda. Semoga beruntung seperti saya :)
Terima kasih Merpati Nusantara, Selamat Ulang Tahun ke 48 dan Sukses Selalu!!!
Label:
Denpasar,
Merpati,
Perjalanan,
Promo,
Tips
Senin, 05 Juli 2010
Menagih Utang
Luar biasa kesalnya jikalau kita memberi utang kepada seseorang tapi orang tersebut ngemplang alias susah di tagih. Piutang seseorang yang tak kunjung dilunasi membuat perasaan kesal begitu bertumpuk serasa mau meledak, terlebih apabila jumlah nominal yang dipinjamkan diluar batas keikhlasan kita untuk dianggap "uang hilang".
Etika meminjam adalah mengembalikan. Rasanya begitu berat untuk menagih utang, apabila yang meminjam adalah teman dekat ataupun ataupun saudara. Anehnya, kita harus mengemis dan memohon agar mereka mengembalikan utangnya. Rasa kesal semakin menjadi jikalau mereka dengan santainya berkata belum bisa mengembalikan dan bersikap tidak serius dalam mengembalikan utang.
Berikut ini adalah beberapa tips dalam menagih utang yang saya ringkas dari beberapa blog antara lain: konsultasihukumgratis.blogspot.com dan untuksemua.com.
Hutang yang sulit ditagih dalam hukum disebut wan prestasi. Cara yang dibenarkan menurut hukum adalah sebagai berikut:
1. Anda dapat menegur secara baik-baik kepada orang yang meminjam uang anda baik lewat telepon, atau datang langsung kepada yang berhutang. Kemukakan maksud anda bahwa hutang tersebut jatuh tempo dan harus dikembalikan.
Ada 2 macam tipe hutang:
a. dengan perjanjian
b. dengan lisan
Jika ada perjanjiannya maka tunjukan pasal yang menyatakan hutangnya jatuh tempo disertai cara pelunasan atau sangsinya. Jika tidak ada perjanjiannya maka usahakan dengan membawa saksi yang mengetahui adanya hutang tersebut.
2. Ada kalanya anda dapat membuat semacam surat somasi atau teguran kepada yang berhutang yang isinya agar segera melunasi hutang tersebut. Kemukakan bahwa hutang tsb dapat diselesaikan secara baik baik, tetapi jika tidak maka akan diselesaikan secara hukum.
3. Jika yang berhutang sulit untuk ditagih hutangnya maka cara yang dapat ditempuh menurut hukum:
a. Datang kepada orang tuanya atau saudaranya yang mengatakan bahwa yang berhutang tersebut harus segera melunasi hutang tersebut dan memberitahu sangsinya jika tidak segera membayar hutang. Pihak lain ini diharapkan mampu membantu orang yang berhutang tsb
b. Terangkan kepada pihak yang berhutang bahwa Hutang piutang dalam hukum biasanya masuk dalam perbuatan perdata jika terdapat perjanjian yang membuatnya, sangsinya oleh pengadilan dapat dengan sita jaminan. Tetapi jika secara lisan maka lebih tepat jika dibawa ke pidana yaitu melanggar pasal 372 dan 378 KUHP dan dapat diselesaikan dengan laporan kepolisian dengan sangsi penjara
4. Cara lainnya agar hutang tersebut dapat ditagih yaitu memperbaharui perjanjian hutang yang telah ada atau buat perjanjian baru di atas materai dan merubah cara pembayaran agar lebih mudah dengan cara cicilan 1 , 2 dstnya sesuai kesepakatan. Cantumkan juga pasal yang mengatakan jika hutang tidak diselesaikan maka akan dapat dibawa ke proses pidana.
5. Jika semua cara tersebut juga tidak membuahkan hasil maka ada 2 cara:
1. Melaporkan ke pihak kepolisian
2. Memasukan gugatan ke pengadilan
6. Apabila si pengutang meninggal dunia, dalam Pasal 1100 KUHPerdata menyatakan sebagai berikut :
"Para ahli waris yang telah bersedia menerima warisan, harus ikut memikul pembayaran utang, hibah wasiat dan beban-beban lain, seimbang dengan apa yang diterima masing-masing dari warisan itu"
Artinya, berdasarkan ketentuan Pasal 1100 KUHPerdata di atas, jika telah ditetapkan seseorang/beberapa orang menjadi ahli waris dari almarhum maka ahli waris tersebut harus menanggung dan menyelesaikan segala utang/ kewajiban yang ditinggalkan si almarhum.
Demikian semoga bermanfaat.
Minggu, 30 Mei 2010
Tuhan Masih Sayang Aku
Jambi, 30 Mei jam 23:12 @room 1102 Abadi Suite
Sedikit curhat mengenai penerbangan tadi sore.. Sekedar sharing pengalaman dan cerita disini. Hari ini adalah awal perjalanan dinas untuk mempresentasikan beberapa progress ke client. Rencananya dalam 5 hari ini aku mengunjungi kota Jambi-Belilas-Pekanbaru-Batam. Kalau mikirin capek, sudah pasti. Yang penting gimana caranya agar aku dapat enjoy di kota-kota tersebut. Sementara penerbanganku sore tadi dari Jakarta menuju Jambi menggunakan Garuda Indonesia GA-136 agak kurang nyaman. Pertama, seharusnya pesawat siap berangkat jam 15:00. Satu jam sebelum waktunya, aku sudah check-in di terminal 2F dan berada di ruang tunggu F6. Namun menjelang jam 15:00, terdengar pengumuman terjadi kendala operasional, ruang tunggu dipindahkan ke ruang F5. Apapun alasannya, satu yang terlintas di kepala: DELAY!!!
Ternyata dugaanku benar.. Kurang lebih jam 15:40 penumpang baru dipersilahkan memasuki pesawat. Untuk memasuki pesawat, ternyata cuma dari depan saja. Padahal di boarding pass tertempel sticker biru yang menyatakan masuk dari pintu belakang. Oh, pesawat 737-500 ini ternyata termasuk kecil ukurannya. Hanya 19 baris tempat duduk. Masih dimaklumi. Dan akupun menempati kursi nomor 18E, dengan meletakkan tas laptop berada diantara kaki karena bagasi kabin telah penuh koper-koper besar milik penumpang lain yang seharusnya berada di bagasi pesawat.
Akhirnya pesawat mengambil posisi take-off, setelah menunggu antrian pesawat Garuda di depan dan menunggu satu pesawat Mandala landing. Alhamdulillah berjalan mulus. Namun di dalam kabin, tidak ada permintaan maaf dari cabin crew karena keterlambatan penerbangan kali ini (tidak seperti biasanya).
Jam 16:35 diumumkan pesawat akan segera mendarat. Tidak ada perbedaan waktu antara kota Jakarta dengan kota Jambi. Suhu udara dilaporkan 28 derajat celcius. Pesawat mengambil posisi untuk landing. Flipper pesawat sudah mulai diturunkan, menembus mega mendung yang cukup tebal. Terdengar roda pesawat mulai diturunkan. Sedikit berguncang karena cuaca kurang baik. Tetapi tiba-tiba, terasa pesawat tiba-tiba naik kembali dan suara mesin kembali menderu. Cuaca landasan ternyata sedang hujan lebat, tidak memungkinkan untuk mendarat. Pesawat perlahan kembali mengudara dan kapten pilot pun mengumumkan kondisi tersebut. Jadilah pengalaman pertama kali mengalami muter-muter di atas kota Jambi, melihat hamparan sawit dari udara karena pesawat terbang tidak terlalu tinggi.
Diluar sana, sempat terlihat pelangi muncul di langit diantara awan mendung. Indah sekali, cukup menghibur hati yang cemas karena tak tahu sampai kapan pesawat berputar diatas bandara. Akhirnya kapten pilot mengumumkan pesawat siap mendarat setelah pesawat berputar-putar sekitar setengah jam. Cuaca masih mendung dan gerimis. Akhirnya pesawat mendarat cukup keras. Tutup bagasi kabin sebelah kiri terbuka karena hentakan tersebut. Bagiku, keras tak masalah... Jauh lebih baik daripada membayangkan kemungkinan pesawat tergelincir karena licin. "Mohon tetap duduk dan memasang sabuk pengaman hingga pesawat berhenti dengan sempurna."
Ternyata Tuhan masih sayang aku. Bagaimanapun juga, aku hanya dapat mengucap syukur. Terima kasih ya Allah. Alhamdulillah kami semua diberi keselamatan dalam perjalanan ini.
Label:
Garuda,
Jambi,
Perjalanan
Langganan:
Postingan (Atom)






