Sabtu, 16 Juni 2012

Mengatur Rencana Pensiun Melalui DPLK

Dari dulu hingga hari ini, masih jamak melihat orang berbondong-bondong masuk PNS dengan alasan ingin memperoleh kepastian di masa depan karena nantinya memiliki uang pensiun. Hal tersebut pula yang selalu dipesankan orang tua kepada anaknya ketika melamar pekerjaan. Sehingga walaupun sudah bekerja di perusahaan, tetap mencoba untuk melamar sebagai PNS. Luar biasa...

Dalam pikiran, buat apa mempersulit diri dengan HARUS berebut mencari pekerjaan yang menjadi rebutan seluruh orang? Coba lihat, begitu ada kabar pembukaan formasi di Departemen tertentu ataupun di Lembaga Pemerintahan, ratusan ribu pelamar langsung menyambut gembira dengan mengirimkan dokumen persyaratan. Sungguh dahsyat persaingan itu! Saya hanya menjadi penonton saja deh. Menurut saya, lebih baik saya bekerja di tempat lain, perusahaan boleh kecil namun mampu eksis di industrinya.

Kalau mau berkaca, pensiunan PNS dibiayai oleh APBN sehingga akan memberatkan anggaran negara. Sedangkan pensiunan pegawai Swasta dan BUMN, ada perusahaan yang memiliki Dana Pensiun untuk mengelola uang pensiun bagi mantan karyawan yang telah pensiun, dengan besaran uang bulanan disesuaikan dengan gaji terakhir dan masa kerja. Contohnya Dana Pensiun Astra, Dana Pensiun Antam, Dana Pensiun BRI, Dana Pensiun Telkom, Dana Pensiun Pertamina, dan lain-lain.

Lalu bagaimana dengan perusahaan yang tidak memungkinkan untuk membentuk Dana Pensiun? Perusahaan tersebut dapat mengikutsertakan karyawannya ke DPLK atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Karena untuk membuat Dana Pensiun sendiri, harus memenuhi ketentuan regulasi, berhati-hati dalam berinvestasi, ketersediaan sumber daya dari keuangan maupun SDM.

Apabila perusahaan tidak juga mengikutkan karyawannya dalam program pensiun, lebih baik ambil inisiatif mendaftarkan diri secara pribadi ke DPLK. Setiap orang diperbolehkan melakukan iuran sesuai kemampuannya selama usia produktif, untuk diinvestasikan oleh Manajer Investasi di DPLK yang mana seluruh hasil investasinya akan dikembalikan ke peserta. Apalagi ada dukungan dari pemerintah yang memberikan insentif pajak 0% atas hasil investasinya tersebut. Dan ketentuan pemerintah terbaru yakni PMK 50 Tahun 2012 tentang Perubahan Iuran dan Manfaat Pensiun, apabila jumlah akumulasi iuran dan hasil pengembangan yang menjadi hak pada Program Pensiun Iuran Pasti kurang dari atau sama dengan Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah), jumlah akumulasi iuran dan hasil pengembangan tersebut dapat dibayarkan sekaligus.

Jadi DPLK itu apa? DPLK adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh Bank Umum atau Perusahaan Asuransi Jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari Dana Pensiun Pemberi Kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan. Dari pengertian ini maka yang dapat mendirikan DPLK hanya bank umum atau perusahaan asuransi jiwa.

Salah satu Bank BUMN yang memiliki produk DPLK untuk dijual kepada masyarakat umum adalah DPLK BRI. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Customer Service di Kantor Cabang Bank BRI terdekat.

Perbedaan TV LED, LCD dan Plasma

Perbedaan TV LED, LCD dan Plasma

Perbedaaan TV Led, LCD dan Plasma
Perbedaan TV LED, LCD dan Plasma

Musim pertandingan sepakbola EURO 2012 telah dimulai. Momentum ini tidak disia-siakan oleh produsen televisi untuk meningkatkan penjualan produknya, terutama TV LED, TV LCD dan TV Plasma. Ditambah maraknya penyedia jasa siaran televisi digital berbayar, tentunya siaran tersebut lebih nikmat ditonton menggunakan TV layar datar non tabung. Era TV Tabung yang sudah berpuluh tahun menghadirkan tayangan hiburan segera berakhir dalam beberapa waktu ke depan. Harga promosi TV LCD merk Jepang ukuran 24" saat ini tidak sampai Rp.1.500.000,- di toko ritel terkemuka.

Keunggulan TV LED, LCD dan Plasma hadir dengan ukuran yang tipis, ringan, sehingga dapat digantungkan di tembok. Ukuran layar yang besar namun tidak memakan tempat menjadi daya tarik tersendiri. Tidak ketinggalan pula desain cantik dengan bahan body mewah, bahkan ada yang seolah-olah tanpa frame/bingkai karena saking tipisnya. Fitur hemat energi memungkinkan penghematan konsumsi listrik. Juga fitur USB yang tidak hanya sekedar menampilkan multimedia berbagai format antara lain gambar (jpg) dan suara (mp3), tapi juga dapat memainkan video dengan format terbaru (mkv). Dukungan terhadap film definisi tinggi (HD Ready maupun Full HD) menjanjikan tontonan yang detil dan tajam.

Apa sebenarnya perbedaan mendasar antara ketiga jenis TV layar datar tersebut? Manakah diantara ketiga jenis TV tersebut yang layak untuk dibeli?

Berikut ini akan dipaparkan perbedaan TV LED, TV LCD dan TV Plasma.


TV Plasma
Plasma Display Panel (PDP) atau di Indonesia banyak dikenal sebagai Plasma TV merupakan salah satu jenis teknologi TV layar datar yang memungkinkan produsen untuk memproduksi TV Layar Datar ukuran besar secara massal dengan harga yang ekonomis.

Istilah dan konsep teknologi Plasma TV sendiri diperkenalkan pada tahun 1936 oleh seorang ahli Fisika, Elektronika, dan penemu dari Hungaria. Pada perkembangannya IBM, Fujitsu, dan Panasonic memperkenalkan beberapa jenis televisi yang memanfaatkan teknologi Plasma pada hasil riset mereka. Baru pada tahun 1997, Fujitsu diikuti Philips dan Pioneer, merilis TV layar datar ukuran 42 inci dengan teknologi Plasma secara komersial.

Istilah PDP sendiri berasal dari penggunaan sel Plasma, yang merupakan lampu Fluorescent, sebagai dasar pencahayaan layar televisi tersebut. Sebuah Plasma TV memanfaatkan jutaan sel Plasma yang diletakkan diantara dua panel layar kaca. Setiap sel yang berisi kombinasi antara gas noble dan sejumlah kecil mercury yang akan diuapkan dan diberi aliran listrik sehingga berpendar dan membentuk plasma. Warna dihasilkan dari fosfor yang terdapat di dalam sel tersebut, di mana di dalam setiap sel akan berisi fosfor 3 jenis warna utama, yaitu: Red, Green, dan Blue, atau biasa dikenal dengan RGB. Perbedaan voltage yang diberikan pada tiap sel juga menghasilkan kombinasi warna yang ada.

Keunggulan Plasma TV
* Menghasilkan warna hitam yang lebih baik dari LCD TV
* Contrast rasio yang tinggi (1:2.000.000)
* Sudut pandang lebih lebih lebar
* Refresh Rate dan Response Time yang cepat, meminimalisir tampilan gambar kabur

Kelemahan Plasma TV
* Gambar diam yang ditampilkan dalam waktu yang lama akan menimbulkan burn-in dan gambar berbayang
* Kualitas gambar akan terus menurun seiring dengan lamanya penggunaan, meskipun dalam jangka waktu yang relatif lama
* Lebih berat dari LCD
* Menggunakan daya listrik yang lebih besar dibandingkan dengan LCD TV
* Ukuran umumnya diatas 42 inci.


TV LCD
LCD TV yang di pasaran tampil lebih dulu dari Plasma mengalami penurunan popularitas sejak kemunculan Plasma TV mengingat berbagai kelebihan yang ditawarkan dibandingkan LCD generasi awal. Dengan harga yang jauh lebih mahal untuk ukuran yang lebih kecil, membuat penjualan Plasma meningkat.

Namun demikian, pada perkembangan selanjutnya, LCD TV dengan harga ekonomis dengan berbagai kemajuan teknis, membuat konsumen kembali beralih ke LCD TV. Seiring dengan kemunculan HDTV dan Full HD TV di jajaran produk LCD TV, diikuti dengan ukuran yang besar, harga LCD TV pun juga semakin masuk akal di kantong konsumennya.

Pada dasarnya LCD TV bekerja dengan memproduksi gambar hitam dan berwarna dengan melakukan seleksi cahaya yang dipancarkan oleh serangkaian lampu teknologi CCFLs (Cold Cathode Fluorescent Lamps) di belakang layar. Jutaan lampu tersebut akan dinyalakan dan dimatikan melalui LCD shutter dengan melewatkan cahaya putih dengan intensitas tertentu. Setiap shutter akan digabungkan dengan filter warna yang akan melewatkan warna Red, Green, dan Blue (RGB). Shutter dan Filter yang masing-masing merupakan sub-pixel ini berukuran sangat kecil, dan secara kasat mata membentuk gabungan yang disebut dengan pixel.

Keunggulan LCD TV
* Menghasilkan warna yang lebih realistis
* Teknologi anti glare (tanpa bayangan)
* Tersedia mulai ukuran kecil hingga besar
* Tidak ada radiasi yang dipancarkan
* Dapat digunakan sebagai monitor komputer (bila tersedia VGA in)
* Kebutuhan sumber daya listrik yang lebih rendah dibanding Plasma

Kelemahan LCD TV
* Kualitas gambar akan menurun apabila dilihat pada sudut pandang yang lebar
* Untuk ukuran yang besar, harganya lebih mahal apabila dibandingkan dengan Plasma TV
* Refresh Rate dan Response Time yang jauh lebih rendah dibandingkan Plasma, sehingga kadang menghasilkan gambar yang kabur

TV LED
Beberapa tahun terakhir, pasar televisi digital diramaikan dengan hadirnya sebuah teknologi televisi layar datar yang oleh beberapa vendor elekronik terkemuka disebut dengan LED TV. Vendor yang paling agresif dalam menggelontorkan TV dengan teknologi baru ini antara lain: Samsung Electronics, LG Electronics, Toshiba, dan berbagai vendor terkemuka lainnya.

Pada dasarnya sebenarnya LED TV merupakan pengembangan dari LCD TV dimana jenis ini menggunakan LED Backlight sebagai pengganti cahaya fluorescent yang digunakan pada jenis LCD TV sebelumnya. Ada dua macam bentuk LED TV yang beredar di pasaran: RGB LED dengan LED yang diletakkan di belakang panel layar, atau EDGE-LED dimana LED diletakkan di sekeliling layar.

Kelebihan LED TV
* Tingkat contrast yang jauh lebih tinggi dibandingkan LCD TV, setara atau bahkan lebih tinggi daripada Plasma TV
* Memungkinkan produsen untuk memproduksi televisi layar datar dengan ukuran super tipis, dengan ketebalan sekitar 2.5 cm
* Lebih ramah lingkungan
* Konsumsi listrik yang lebih rendah sekitar 20-30% dibandingkan LCD TV konvensional
* Berbagai produk LED TV dari vendor terkenal menawarkan fitur pemrosesan gambar digital, fitur Digital TV Tuner, dan berbagai fitur terbaru lainnya.

Kelemahan LED TV
* Harga yang lebih mahal, pada saat ini untuk ukuran yang sama, harga LED TV yang termurah sekitar 10% hingga 50% dari LCD TV konvensional


Kesimpulan
Secara umum LED TV menawarkan kualitas gambar yang lebih baik apabila dibandingkan dengan LCD TV, khususnya untuk contrast gambar serta kesempurnaan warna hitam, meskipun bagi sebagian besar orang perbedaan itu tidak terlalu nampak. Hal ini disebabkan karena kualitas LCD TV yang sudah cukup memadai. Apabila dibandingkan dengan plasma, kualitas yang ditawarkan juga setingkat atau bahkan lebih, mengingat LED TV terbaru menawarkan berbagai fitur tambahan untuk mengolah gambar.

Perbedaan harga yang cukup mencolok dengan LCD TV, tidak menyurutkan sebagian orang untuk membeli LED TV, mengingat penampilan LED TV yang lebih tipis dan dengan desain terbaru. Bagi sebagian orang lain yang menempatkan harga di atas berbagai kriteria pembelian TV, nampaknya LCD TV masih menjadi pilihan utama. Plasma sendiri, nampaknya sudah tidak terlalu menarik minat, dan mulai ditinggalkan sejak tahun 2007, mengingat perbedaan harga yg sudah semakin tipis antara LCD TV dan Plasma TV. Desain yang juga terlihat usang juga semakin menyurutkan minat orang yang akan membeli Plasma TV. Panasonic sebagai salah satu produsen yang selama bertahun-tahun kukuh dengan memproduksi Plasma TV untuk ukuran 42 inci ke atas, akhir-akhir ini sudah mulai mengalihkan jajaran TV terbarunya dengan teknologi LCD TV dan LED TV.

Akhirnya, semuanya terpulang kembali kepada calon pembeli. Apabila anggaran yang tersedia mencukupi, pemilihan LED TV nampaknya cukup tepat, mengingat LED TV sudah dipersiapkan untuk teknologi TV digital yang benar-benar akan menggantikan TV analog pada tahun 2018. Namun apabila anggaran terbatas, LCD TV merupakan pilihan yang paling pas, mengingat fitur yang disediakan sudah cukup memadai, lebih ringan, serta lebih hemat energi apabila dibandingkan dengan Plasma TV.


Oh iya, satu hal lagi:
HD Ready berarti TV tersebut sudah memiliki jumlah pixel sebanyak 1 Megapixel atau 1366x768 pixel.

Full HD berarti TV tersebut sudah memiliki jumlah pixel sebanyak 2 Megapixel atau 1920x1080 pixel.

Sumber:
Artikel, dan Gambar

Rabu, 22 Februari 2012

Felicia Kirana Putri

Felicia Kirana Putri

Alhamdulillah, telah lahir putri kami yang petama yang kami beri nama Felicia Kirana Putri pada hari Rabu, 22 Februari 2012. Felicia Kirana Putri dilahirkan secara normal di RS. Sayyidah Pondok Kelapa. Arti nama Felicia Kirana Putri adalah Putri yang Bersinar dan Berbahagia.


Terima kasih kepada Allah SWT, atas kebahagiaan yang diberikan kepada kami. Semoga anak kami menjadi putri yang sholehah, sehat, berbakti kepada orang tua, cantik, ramah, dan baik hati sesuai harapan kedua orangtuanya. Dan semoga kami dapat menjaga titipan-Mu dengan baik. Amin.

Kami yang berbahagia,

Agus & Nina

Sabtu, 29 Oktober 2011

Citilink Promo Satu Harga Rp.79.000,- Semua Rute

Maskapai penerbangan Citilink yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia, menawarkan Promo Satu Harga tiket sebesar Rp. 79.000,- per orang untuk semua jurusan penerbangan terbatas hanya 25.000 kursi. Promo Satu Harga ini berlaku untuk pemesanan tanggal 28 Oktober - 11 November 2011 dengan tanggal keberangkatan Januari - Maret 2012.



Sebagai catatan, harga tersebut adalah harga nett terendah, termasuk asuransi dan pajak. Oh, iya... SIAPA CEPAT DIA DAPAT.

Untuk reservasi, segera kunjungi: Citilink

Rabu, 07 September 2011

Sriwijaya Air Buy 1 Get 2

Saat ini Sriwijaya Air mengadakan Promo Beli 1 dapat 2 tiket (Buy One Get Two). Promo ini berlaku hanya bagi pengguna Kartu Kredit BNI. Dengan menggunakan Kartu Kredit BNI, akan mendapatkan keuntungan, yaitu dengan hanya membeli satu tiket akan mendapatkan satu tiket gratis (Buy One Get Two). Promo ini berlaku hingga tanggal 13 Juni 2012.




Kode Promosi      : SJCC110613
Kota Asal         : Semua Kota
Kota Tujuan       : Semua Kota
Jenis Perjalanan  : Pulang Pergi
Periode Penjualan : 13 Juni 2011 - 13 Juni 2012
Periode Terbang   : 13 Juni 2011 - 13 Juni 2012
Tempat pembelian  : Kantor Bandara, Kantor Penjualan
Lainnya           : TeleTravel BNI (021-572 9090)



Syarat dan Ketentuan:

+ Periode Program : 13 Juni 2011 - 13 Juni 2012 (Periode reservasi dan perjalanan/complete travelling)

+ Pembelian Tiket :
   - Seluruh Town Ticketing Office Sriwijaya Air
   - Seluruh Airport Ticketing Office Sriwijaya Air
   - TeleTravel BNI di 021-5729090

+ Buy One Get Two pembelian tiket Sriwijaya Air dengan menggunakan semua jenis Kartu Kredit BNI termasuk Corporate Card dan Hasanah Card untuk rute penerbangan apapun.

+ Promo Buy One Get Two berlaku khusus untuk kelas Low Seasons : Kelas U | High Seasons : Kelas D

+ Maksimum pembelian 2 (dua) tiket/kartu/hari

+ No black out date untuk promo Buy One Get Two

+ Berlaku cicilan 0% tenor 6 bulan dengan minimum transaksi Rp 500 ribu untuk pembelian tiket kelas apapun (kecuali kelas promo Buy One Get Two)

+ Cicilan 0% hanya berlaku untuk pembelian tiket di Town Ticketing Office dan Airport Ticketing Office Sriwijaya Air

+ Cicilan 0% tidak berlaku untuk Corporate Card dan Hasanah Card

+ Untuk tiket gratis yang kedua (domestik) tetap dikenakan biaya admin dan Iuran Wajib Jasa Raharja total sebesar Rp 60.000,-.

+ Promo Buy One Get Two ini berlaku berdasarkan available seat.

+ Kategori infant (usia < 2 tahun) tidak berlaku untuk promo Buy One Get Two ini.

+ Pemegang Kartu Kredit BNI yang bertransaksi diperkenankan tidak ikut dalam perjalanan/penerbangan

+ Syarat dan ketentuan lain berlaku.


Untuk informasi lebih lanjut, hubungi call center Sriwijaya Air: 021-292 79 777 atau 0804 1 777 777 dan kantor penjualan tiket Sriwijaya Air di seluruh Indonesia.


Sumber: Sriwijaya Air
 

Maestro Intermezzo by Agus Supriyanto © 2008-2010.